Senin, 01 Oktober 2012

Contoh Pendekatan ETIK-EMIK Kesehatan


Sumber Gambar: Google, Diedit menggunakan Photoscape


TUGAS ANTROPOLOGI KESEHATAN
Oleh: Musyarrafah Hamdani   


Etik, menurut Duranti (1997:172) mengacu pada hal-hak yang berkaitan dengan budaya yang menggambarkan klasifikasi dan fitur-fiturnya menurut temuan pengamat/ peneliti.

Sementara emik mengacu pada sudut pandang suatu masyarakat dalam memperlajari dan memberi makna terhadap satu tindakan, atau membedakan dua tindakan. Etik adalah apa yang dipahami peneliti, sementara emik adalah apa yang ada dalam benak anggota guyup budaya.



Konsep Sehat
Konsep sehat bila dikaji lebih mendalam dengan pendekatan etik yang dikemukakan oleh Wold Health Organization (WHO) maka itu berarti bahwa health is a state of complete physical, mental, and social well being, and not merely the absence of disease or infirmity (WHO,1981:38). Namun demikian, bila kita dikaitkan dengan konteks sehat berdasarkan pendekatan secara emik bagi suatu komunitas yang menyandang konsep kebudayaan mereka, ada pandangan yang berbeda dalam menanggapi konsep sehat tadi. Hal ini karena adanya pengetahuan yang berbeda terhadap konsep sehat, walaupun secara nyata akan terlihat bahwa seseorang secara etik dinyatakan tidak sehat, tetapi masih dapat melakukan aktivitas sosial lainnya. Ini berarti orang tersebut dapat menyatakan dirinya sehat.

Konsep Sakit
Secara konseptual dapat disajikan konsep sakit dilihat secara “etik” yang dikutip dari Djekky (2001: 15) sebagai berikut, secara ilmiah penyakit (disease) diartikan sebagai gangguan fungsi fisiologis dari suatu organisme sebagai akibat terjadi infeksi atau tekanan dari lingkungan, jadi penyakit itu bersifat obyektif. Sebaliknya sakit (illness) adalah penilaian individu terhadap pengalaman menderita suatu penyakit (Sarwono, 1993:31). Sedangkan secara “emik” sakit dapat dilihat berdasarkan pemahaman konsep kebudayaan masyarakat penyandang kebudayaannya sebagaimana dikemukakan oleh Foster dan Anderson (1986) menemukan konsep penyakit (disease) masyarakat nonbarat dibagi atas dua kategori umum yaitu:
  • Personalistik, munculnya penyakit (illness) disebabkan oleh intervensi dari suatu agen yang aktif yang dapat berupa mahluk supranatural (mahluk gaib atau dewa), mahluk yang bukan manusia (hantu, roh leluhur, atau roh jahat) maupun mahluk manusia (tukang sihir, tukang tenung).
  • Naturalistik, penyakit (illness) dijelaskan dengan istilah-istilah yang sistematik dan bukan pribadi. Naturalistik mengakui adanya suatu model keseimbangan, sehat terjadi karena unsur-unsur yang tetap dalam tubuh seperti panas, dingin, cairan tubuh berada dalam keadaan seimbang.

Kesurupan
Menurut tinjauan emik, fenomena kesurupan yang terjadi di masyarakat merupakan salah satu culture bond phenomena yang ada pada masyarakat. Kesurupan yang terjadi dalam tradisi kuda lumping, yakni seorang penari kuda lumping akan didahului oleh periode ‘mediasi’ serta upacara sesuai dengan kepercayaan dan kebudayaan setempat dan atas kehendak orang itu sendiri. Dalam hal ini, penari berusaha untuk memanggil kekuatan gaib yang merasuk ke dalam jiwa seseorang. Kekuatan ini akan diidentifikasi ke dalam dirinya, sehingga orang tersebut bertingkah laku seperti obyek yang ia masukkan ke dalam dirinya (bertingkah seperti binatang, benda, atau orang). Namun, kondisi ini tidak berlangsung lama dan bersifat situasional, dalam arti kondisi kesurupan terjadi saat kondisi tertentu. 

Menurut tinjauan etik, perilaku kesurupan dalam tradisi kuda lumping mungkin tidak bisa didekati dengan pendekatan etik, namun dapat dilakukan dengan pendapat emik. Fenomena kesurupan massal yang terjadi akhir-akhiri ini di masyarakat merupakan salah satu culture bond phenomena yang dimasukkan dalam gangguan mental (penyakit mental). Pada dunia klinis, kesurpan dipandang sebagai mekanisme yang dilakukan seseorang yang sering disebut disasosiasi. Merupakan suatu mekanisme yang dapat menimbulkan kepribadian ganda. Keadaan disasosiasi karena stres dinamakan reaksi disasosiasi. Keadaan diasosiasi karena pengaruh kepercayaan dan kebudayaan disebut ‘kesurupan’. 

Rematik
Pendekatan emik, sering mandi malam di usia muda memicu rematik di usia tua, makan kangkung dan bayam, serta tanda gejala rematik adalah adalah sakit pada tulang di malam hari.Pendekatan etik, rematik adalah salah satu penyakit yang lumrah di derita masyarakat, baik tua maupun muda. Penyakit ini menyerang sendi dan struktur jaringan penunjang di sekitar sendi sehingga dapat menimbulkan kecacatan tetap, ketidakmampuan dan penurunan kualitas hidup. 

Penyakit Tulang
Pendekatan emik menyebutkan bahwa penyakit tulang adalah penyakit rematik. Sedangkan meurut pendekatan etik, penyakit rematik adalah penyakit yang menyerang persendian tulang dan terdiri dari berbagai jenis diantaranya adalah osteoarthritis dan rheumatoid arthritis. Osteoarthritis paling sering menyerang sendi-sendi yang mendukung berat badan, seperti lutut, panggul, tulang belakang, punggung, dan leher. Rheumatoid arthritis karena system imun yang menyerang lapisan atau membran synovial  dan melibatkan seluruh organ-organ tubuh dapat menyebabkan kecacatan.


Memelihara Kucing
Berdasarkan pendekatan emik, perempuan hamil sebaiknya tidak memelihara kucing. Pendekatan etik, beberapa kucing dapat terinfeksi penyakit yang disebut toxoplasma yang dapat menyebar ke manusia melalui kotoran kucing dan menyebabkan masalah serius pada bayi yang dikandung. Meski demikian, masalah ini bias diatasi apabila si calon ibu menghindari kontak dengan kotoran dan menugaskan seseorang untuk menjaga kebersihan.

Campak
Berdasarkan pendekatan emik, menurut masyarakat bahwa terdapat dua jenis penyakit campak yaitu yang disebabkan oleh faktor alamiah dan intervensi agen-agen supernatural. Sedangkan menurut perspektif etik, hanya terdapat satu jenis penyakit campak, yakni yang disebabkan oleh virus campak.

Serangan Jantung Mendadak
Ditinjau dengan pendekatan emik, paddengngeng dianggap sebagai penyebab atikkengngeng yaitu orang usia lanjut yang mati mendadak setelah berjalan kaki lama dan jauh. Namun, apabila ditinjau dengan pendekatan etik, kematian mendadak pada orang usia lanjut setelah berjalan kaki lama dan jauh yang disebut atikkengngeng berganti nama menjadi serangan jantung mendadak yang disebabkan oleh fungsi jantung tidak bekerja dengan baik.

Mandul
Pendekatan emik, seorang gadis suka memakan makanan dengan rasa asam dan suka mengomsumsi kunyit bias menyebabkan kemandulan. Pendekatan etik, seorang gadis sebaiknya mengomsumsi kunyit sekali seminggu atau saat haid karena kunyit mengandung zat yang dapat mengeringkan peranakan/rahim. Apabila menyukai makanan asam maka beresiko terkena penyakit maag yang berdampak pada kesulitan untuk hamil.


Stroke
Bila seseorang tiba-tiba di pagi hari jatuh pingsan dan lumpuh, penyakit bersangkutan disebut penyakit anging hantu walaupun hantunya tidak terdeteksi. Hal ini apabila stroke ditinjau dengan pendekatan emik.Namun, apabila ditinjau dengan pendekatan etik, penyakit anging hantu mendapat nama baru yaitu stroke. Penyakit stroke disebabkan oleh gangguan fungsi syaraf karena hal-hal tertentu. 

Pendarahan Ibu Hamil
Apabila ditinjau dengan pendekatan emik ibu hamil yang mengalami pendarahan pada usia kehamilan 7-8 bulan disebabkan oleh kandole. Bagi masyarakat Papua, apabila seorang ibu hamil mengalami perdarahan dan setelah melahirkan mengalami perdarahan adalah suatu hal yang biasa saja bagi mereka. Perdarahan berarti pembuangan darah kotor, dan bila terjadi banyak perdarahan berarti ibu tersebut telah melanggar pantangan-pantangan secara adat dan suami belum menyelesaikan persoalan dengan kerabat atau orang lain. Untuk itu biasanya ajibar/pikandu memberikan ramuan berupa air putih yang telah dibacakan mantera yang diminum oleh ibu tersebut. Untuk masalah pertikaian maka suami harus meminta maaf secara adat pada kerabat dan orang lain.Sedangkan ditinjau dengan pendekatan etik, dokter ahli penyakit kandungan dan kebidanan mendapatkan bahwa pendarahan pada ibu hamil akibat letak placenta (ari-ari) yang berada di jalan lahir. 

Anemia Ibu Hamil
Pendekatan emik berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa gejala anemia yang dirasakan oleh ibu hamil dianggap sebagai hal biasa, wajar, dan alamiah selama kehamilan. Sumber pengetahuan konsep anemia ini berlangsung secara turun-temurun yang kebanyakan   berasal dari mereka yang dianggap panutan, misalnya orang tua atau dukun.Berdasarkan pendekatan etik, anemia pada ibu hamil terjadi karena kekurangan asupan gizi, misalnya kurang memakan sayur-mayur, buah-buahan, dan lain-lain. Sebaiknya ibu hamil dibawa ke puskesmas atau posyandu untuk diperiksa dan diberi pengobatan. 

Kematian Akibat Diare
Sampai akhir tahun 1980-an dan di awal tahun 1990-an, para “sosok halus”, seperti poppo dan parakang, di Sulawesi Selatan masih berada pada posisi tertuduh sebagai penyebab kematian akibat diare. Hal ini apabila ditinjau dengan pendekatan emik. Sedangkan apabila ditinjau dengan pendekatan etik maka penyebab kematian akibat diare bukanlah sosok halus, melainkan kekurangan cairan secara berlebihan (dehidrasi) disertai gangguan susunan mineral dalam tubuh korban. 

Kolera
Kolera yang diperkirakan dari India merenggut nyawa dalam bentuk pandemik. Apabila ditinjau dari pendekatan emik, penyakit kolera disebabkan oleh sosok halus. Untuk mencegah timbulnya penyakit dan kematian akibat kolera, jampi dan mantera serta doa para orang suci masih merupakan andalan yang dilakukan pada abad ke-18 dan abad ke-19.Sedangkan apabila ditinjau dengan pendekatan etik, penyakit kolera merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh personal hygiene yang kurang efektif. 

Makanan Treter atau Tritis di Karo
Makanan tretes atau tritis di Karo itu terbuat dari usus lembu dan masih mengandung rumput yang dimamah biak sang ketika hidup. Apabila dilihat hanya dari pendekatan etik, apa kata dunia? Tetapi, apabila digunakan pendekatan emik maka makna tretes dalam budaya Karo maka di masyarakat berbudaya Karo, makanan itu menempati kedudukan penting dan disajikan pertama-tama kepada para pemula masyarakat dalam acara adat. 

Sumber:
Ngatimin, Rusli. 2005. Dari Hippocrates sampai Winslow dan Pengembangan Ilmu Kesehatan Masyarakat Selanjutnya. Makassar:Yayasan PK 3.
Modul Antropologi Sosial: Bahasan 3 “Pendekatan dan Metode Penelitian Lapangan Antropologi”
Veerman, Natalia. 2009. Kesurupan Sebuah Kritik Tentang Culture. Diakses pada 3 April 2011  dari http://nataliaveerman.blogspot.com/2009/01/kesurupan-sebuah-kritik-tentang-culture.html
Vhienski. 2011. Mitos pada Kucing. Diakses pada tanggal 3 April 2011 dari http://www.ceriwis.info/showthread.php?p=629113

Tidak ada komentar: